Sunday, 14 February 2016

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN AKAL DAN DIMANAKAH LETAKNYA ???



Apakah itu AKAL? apakah sama dengan otak?,Tidak !
Kalau AKAL disamakan dengan OTAK ,maka setiap manusia ,baik yang pintar,yang bodoh,yang waras atau yang tidak waras semua pasti punya otak dan semuanya diletakkan dikepala.
Bahkan binatang melata sekalipun juga memiliki otak.
Fungsi otak adalah untuk berfikir,sehingga setiap yang memilikinya pasti bisa berfikir termasuk juga binatang yang melata.Namun yang membedakan adalah sebesar dan sekuat apa masing2 bisa berfikir tergantung informasi yang pernah masuk kedalam otak masing-masing.
Apakah sama dengan HATI?, Tidak !.
Karena  HATI dalam istilah kedokteran bernama hepar atau dalam bahasa inggrris disebut LIVER,
merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma.

Lalu apakah itu ?

Didalam Kitab suci ALQURAN, diantaranya dalam surat :
ALBAQARAH ayat :269 dan,
AZ-ZUMAR ayat : 9
Terdapat ayat yang berbunyi :

الْأَلْبٰبِ أُو۟لُوا۟ يَتَذَكَّرُ إِنَّمَا

Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil (dari firman Allah) pelajaran .

Tetapi jika diterjemahkan berdasarkan kata demi kata maka akan berbunyi ;

الْأَلْبٰبِ أُو۟لُوا۟ يَتَذَكَّرُ إِنَّمَا

Sesungguhnya hanyalah yang berdzikir(mengambil pelajaran) orang2 yang berakal.
Kata yatadzakkaru diterjemahkan dengan mengambil pelajaran karena berasal dari dasar kata
dza-ka-ro yang dapat dimaknai sebagai Al-quran/petunjuk/mengingat,sehingga kalu ditujukan kepada allah maka menjadi DZIKRULLAH.
DZIKRULLAH artinya ingat kepada ALLAH yang dilakukan dengan empat cara yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya,
1.Membaca Alquran (annisaa :82)
2.Memikirkan Alquran (al-imran :191)
3.Memahami Alquran (al-a’raaf :179)
4.Mengamalkan isi Alquran
Karena kalau Alquran tidak dibaca,maka tidak akan difikirkan,kalau tidak difikirkan,tidak akan dipahami,kalau tidak pahami,lalu apa yang akan diamalkan ?.
Dalam Alquran surat :
Al Insaan:2 ﴿
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
Al Israa':36 ﴿
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan qolbu, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
Jadi pada hakekatnya ALLAH memberikan pendengaran dan mata untuk untuk membaca ayat2 ALLAH, lalu meneruskannya ke OTAK sebagai alat untuk berfikir sehingga meresap kedalam QOLBU maka didapatkanlah AKAL yang akan diterima oleh ROH.Semakin banyak AKAL yang diberikan dan diterima oleh ROH,maka ROH akan menjadi sehat dan kuat,sehingga mampu mengendalikan jasad untuk melakuan amalan baik yang akan diberikan balasan oleh ALLAH,selagi masih didunia maupun nanti di AKHIRAT.
Kesimpulan yang dapat diambil dari ayat2 diatas adalah :
1.AKAL adalah Keyakinan (iman) yang didapatkan dari pemahaman berdasarkan pemikran atas apa yang diperhatikan (didengar dan dibaca)tentang Alquran.
2.Sehebat apapun seseorang dalam berfikir,belumlah dapat dikatakan berAKAL kalau tidak melakukan 4 hal yang disebutkan diatas,hanya bisa dikatakan sebagai GENIUS .

AZ-ZUMAR ayat : 9
Sesungguhnya hanyalah yang berdzikir(mengambil pelajaran) orang2 yang berakal.

(AL-ANFAAL : 22)
Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun.


Al-a’raf :179.
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Friday, 12 February 2016

APAKAH PERBEDAAN QOLBU DENGAN HATI ???

ANTARA QOLBU DAN HATI
Dalam kehidupan sehari-hari mungkin kita sering mendengarkan atau bahkan kita sendiri sering mengucapkan kalimat qolbu ataupun kalimat hati,namun jika seseorang menanyakan secara lebih terperinci tentang kedua hal tersebut,banyak diantara kita yang bingung untuk menjawabnya bahkan terkadang malah banyak yang tidak paham sama sekali tentang perbedaan antara qolbu dan hati tersebut.
Kalau kita pahami lebih dalam,ternyata antara qolbu dan hati memiliki pengertian yang sangat jauh berbeda,baik secara kata maupun secara makna.Namun secara zahir banyak diantara kita yang kurang memperhatikan perbedaan kedua kata tersebut sehingga seolah-olah menganggap hal tersebut sesuatu yang tidak terlalu penting untuk difikirkan apalagi untuk dipersoalkan.
Pada  setiap manusia terdapat dua unsur yang sangat pokok dan penting yaitu jasad dan roh,dimana jasad dilengkapi dengan Hati sedangkan Roh dilengkapi dengan Qolbu.Antara Jasad dan Roh kedua-duanya membutuhkan nutrisi agar bisa tetap sehat dan kuat.Pada jasad/tubuh manusia nutrisi yang baik disebut dengan vitamin,dimana vitamin bisa didapatkan melalui makanan. Sedangkan nutrisi untuk Roh adalah AKAL/ILMU,dimana AKAL/ILMU yang baik hanya bisa didapatkan dari ALQURAN,sebagaimana ALLAH mengatakan dalam firmanNya:

...Dan sesungguhnya hanyalah orang-orang yang mau  mengambil pelajaran yang berAKAL/ILMU.

Jika tubuh seseorang tidak diasupi dengan vitamin yang cukup,maka tubuh akan lemah dan akan mudah diserang oleh berbagai penyakit sehingga tidak dapat merasakan dengan sempurna akankenikmatan hidup didunia.Begitupun halnya sama dengan Roh,jika Roh sesorang tidak diasupi dengan AKAL/ILMU yang cukup,maka Roh tersebut akan lemah  dan akan sangat mudah dukuasai oleh berbagai nafsu sehingga tidak akan mendapatkan kenikmatan hidup di akhirat kelak.
Demikinlah bahasan singkat tentang perbedaan antara QOLBU dengan HATI,semoga bisa bermanfa’at,amiin.


AL-IMRAN AYAT 8.
(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan QOLBU kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)". 

Thursday, 11 February 2016

IMAM MASJIDIL HARAM YANG BERASAL DARI INDONESIA ???

PUTRA TERBAIK  DARI MINANG
Ahmad Khatib bin Abdul Lathif Al- Minangkabawi
Tokoh yang kerap dikenal sebagai Syaikh Ahmad Khatib al- Minangkabawi ini lahir di Kota Tuo- Balai Gurah, IV Angkek Candung, Agam, Sumatra Barat, pada hari senin, 6 dzulhijjah 1274 H (1860 M) dan wafat di Tuanku Nan Rancak.

 Ayahnya bernama Abdul Lathif yang berasal dari kota gadang.
 Abdullah, Kakek Syaikh Ahmad Khatib al- Minangkabawi atau buyut menurut riwayat lain, adalah seorang ulama kenamaan. Oleh masyarakat kota gadang, Abdullah ditunjuk sebagai imam dan khatib. Sejak itulah gelar Khatib Nagari melekat di belakang namanya dan berlanjut ke keturunan di kemudian hari.
Putra minang yang menjadi  imam besar masjidil haram dan orang yang pertama sebagai imam besar masjidil haram dari luar bangsa arab.
"kritis atas adat dan budaya minang kabau,terutama menolak adat minang tentang waris.
"tidak menginjak bumi minang sebelum adat dan budaya dirobah"

Gagasan Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi
Kegemarannya dalam mempelajari ilmu faraid memberikan perubahan besar terhadap adat minang. Dengan keilmuan dan keberaniannya yang tak diragukan, akhirnya beliau berhasil mengubah adat minang dalam membagi harta warisan yang sebelumnya bertentangan dengan islam yakni harta pusaka peninggaan keluarga diwariskan pada kemenakan perempuan dari garis kerabat perempuan. Sedangkan kemenakan laki-laki hanya menjadi pembantu dalam merawat dan memelihara harta pusaka tersebut. Dan berkat keberhasilan beliau, kini adat tersebut sudah sejalan dengan hukum islam. Bahwasannya harta warisan diberikan kepada anak kandung, dengan ketentuan anak laki-laki memperoleh dua kali lipat begian anak perempuan. Yang kemudian ditulis dalam kitab beliau yang berjudulad- da’ilmasmu’ fi raddi ala man yuriisul ikhwah wa auladil akhwat ma’a wujudil ushl wl furu’  dengan versi terjemahan al manhajul masyru’.
 Mengenai murid- murid Syaikh Ahmad Khatib al- Minangkabawi, Siradjuddin Abbas berkata bahwa sebagaimana dikatakan di atas bahwa hampir ulama Syafi’i yang kemudian mengembangkan ilmu agama di indonesia, seperti Syeikh Sulaiman al-Rasuli, Syeikh Muhdi Jamil Jaho, Syeikh Abbas Qadli, Syaikh Musthofa Purba Baru, Syaikh Hasan Ma’sum Medan Deli dan banyak lagi ulama- ulama Indonesia pada tahun-tahun bar XIV adalah murid dari Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi (Thabaqatus Syafiiyah hal: 406). Ucapan senada juga diungkapkan oleh penulis ensiklopedi ulama nusantara di banyak tempat. Bahkan Dr. Kareel A. Steenbrink membuat satu pasal dalam beberapa aspek: guru untuk generasi pertama kaum muda.

Diantara beberapa murid beliau adalah,;

1.       Syaikh al-Karim bin Amrullah rahimahullah, ayah Buya Hamka. Seorang ulama kharismatik yang     memiliki pengaruh besar di ranah minang dan indonesia. Diantara karya tulisnya adalah al- Qaulush shalih yang membicarakan tentang nabi terakhir dan membantah paham adanya nabi baru setelah nabi Muhammad terutama pengikut Mirza Ghulam Ahmad Qadiyani.
2.       Muhammad Darwis alias KH. Ahmad Dahlan bin Abu Bakar bin Sulaiman rahimahullah- pendiri Jamiyyah Muhammadiyah
3.       Muhammad Hasyim Bin asy’ari Tebuireng Jombang rahimahullah- salah satu pendiri Jamiyyah Nahdlatul Ulama
4.       Ustadz Abdul Halim Majalengka rahimahullah- pendiri Jamiyyah Ianatul Mutaallimin yang bekerja sama dengan Jamiyyah Khairiyah dan al-Irsyad
5.       Syaikh Abdurrahman Shiddiq bin Muhammad Afif al-Banjari rahimahullah- mufti kerajaan Indragiri
6.       Muhammad Thaib Umar, dsb.
Suri tauladan yang dianjarkan beliau kepada anaknya terutama tentang masalah TAUHID seperti yang dikisahkan anak beliau yakni ABDUL HAMID AL KHATIB adalah,;
“Ketika kecilku dulu, jika aku meminta sesuatu dari ayahku, beliau akan berkata,’Mintalah kepada Allah, pasti Dia akan memberimu (apa yang kamu minta).’ Aku pun balik bertanya, ‘Memangnya Allah di mana, yah?’ ‘Dia berada di langit sana,’ jawab ayahku,’Dia dapat melihatmu, sedangkan kamu tidak melihat Nya.
’ Tidak selang berapa lama, ayahku pun mendatangiku dengan membawa apa yang kuminta seraya berkata, ‘ini, Allah telah mengirim kepadaku apa yang tadi kamu minta .’
Dulu juga jika aku meminta sesuatu kepada Allah dan tidak aku dapatkan, maka aku pun segera mengadu kepada ayahku,
 ‘Sesungguhnya aku telah meminta ini dan itu kepada Allah, tapi kok Allah tidak memberiku, ayah?’
Ayah pun segera menjawab,
 ‘Ini tidak mungkin terjadi kecuali jika kamu sendiri yang bikin Allah murka. Ya mungkin kamu sudah berlaku sembrono dalam ibadahmu, atau kamu terlambat shalat, atau mungkin kamu sudah menggunjing seseorang?
Maka bertaubatlah dan minta ampunlah kepada Allah, pasti Dia akan memberikan semua permintaanmu.
’ Aku pun segera melakukan wasiat ayahku, maka semua keinginanku pun dapat terwujud.”

SATRIA BIN NAZARUDDIN WAHAB
Minggu, 11 Oktober 2015

HIKMAH DARI KISAH FIR'AUN

Siapakah fir'aun ???
Fir'aun adalah gelar atau julukan yang diberikan kepada penguasa atau raja yang juga sekaligus menjadi pemimpin dalam urusan agama.
Fir'aun yang disebutkan dalam alquran adalah yang menjadi raja pada zaman nabi isa yang diperkirakan pada masa Ramses II.
Dalam Alquran surat yunus ayat : 90 - 92. selengkapnya

Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".

Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.

Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.

Hikmah yang dapat kita ambil dari tiga ayat tersebut adalah diantaranya ucapan fir'aun bahwasanya dia mengimani apa yang diimani oleh kaum bani israil yaitu Allah dan ia pun ingin masuk menjadi islam.Akan tetapi disebabkan karena kesombongannya Allah tidak menerima permohonan tersebut.
Kenapa Allah tidak menerima taubat fir'aun ???
Bukankah Allah maha pengampun dan maha penyayang ??
Pada kalimat terakhir dalam ayat tersebut Allah mengatakan bahwa sangat banyak manusia yang lengah dalam memetik hikmah dan pelajaran dari kisah tentang fir'aun tersebut.
Terbukti ketika masih hidup ,sebelum kematiannya fir'aun sempat minta ampun akan tetapi tidak terima.
Tetapi pelaku tahlilan berani memintakan ampun bagi orang yang sudah mati,bahkan merasa sangat yakin jikalau alquran yang dibacakannya sampai kepada yang sudah mati.Dari mana mereka bisa mengtahui bahwa bacaan alquran mereka sampai pada si mayit ?? Apakah mereka dapat bisikan atau diberitahukan oleh malaikat ???
Padahal didalam Alquran telah berulang-ulang ALLAH mengatakan bahwasanya seseorang hanya akan dibalas sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.

PALING BANYAK DILIHAT