Tuesday, 26 January 2016

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN SOMBONG ???

Dari Abdullah Bin Mas’ud radhiayallahu’anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
وعن عبداللّه بن مسعودرضى اللّه عنه عن النّبىّ صلّى اللّه عليه وسلّم قال : لايدخل الجنّةمن كان فى قلبه مثقال ذرّةمن كبر ، فقال رجل : انّ الرّجل يحبّ ان يكون ثوبه حسناونعله حسنة ، قال : انّ اللّه جميل يحبّ الجمال . الكبر : بطرالحقّ وغمط النّاس (رواه مسلم)٠
Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah dari kesombongan.” Salah seorang shahabat lantas bertanya: “Sesungguhnya seseorang senang jika bajunya bagus dan sandalnya baik?” Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Dzat yang Maha Indah dan senang dengan keindahan, Al-Kibru (sombong) adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”(HR Muslim dalam Shahih-nya, Kitabul Iman, Bab: Tahrimul Kibri wa Bayanuhu)
Dalam riwayat lain:
لاَ يَدْخُلُ النَّارَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيْمَانٍ وَلاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
Tidak akan masuk neraka seseorang yang di dalam hatinya ada sebesar biji sawi dari keimanan dan tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar biji sawi dari kesombongan.” (HR Muslim dalam Shahih-nya, Kitabul Iman, Bab: Tahrimul Kibri wa Bayanuhu)
Nabi telah menjelaskan Al-kibru (kesombongan) itu adalah:
الْكِبْرُ بَطْرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Menolak kebenaran dan merendahkan manusia”. Adapun batharul haq artinya mengingkari kebenaran dan menolaknya. Sedang ghomthunaas artinya meremehkan mereka (manusia).
Maka orang yang sombong, selalu berambisi untuk meninggikan dirinya di hadapan Allah Ta’ala dengan cara menolak syariat dan ajaran agama. Padahal perkataan yang benar adalah dari Kitabullah dan Sunnah rasul-Nya Shallallahu’alaihi wasallam dan dia meninggikan dirinya di hadapan manusia sehingga mengolok-olok, meremehkan serta menjelek-jelekan mereka.
Sesungguhnya sombong adalah meremehkan sang Khaliq (Allah ‘Azza wa Jalla) dan sekaligus meremehkan makhluk (manusia), kita berlindung kepada Allah Ta’ala dari sifat tersebut.
Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman:
وَلَقَدْ فَتَنَّا قَبْلَهُمْ قَوْمَ فِرْعَوْنَ وَجَاءَهُمْ رَسُولٌ كَرِيمٌ أَنْ أَدُّوا إِلَيَّ عِبَادَ اللَّهِ إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ وَأَنْ لا تَعْلُوا عَلَى اللَّهِ إِنِّي آتِيكُمْ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ
Sesungguhnya sebelum mereka telah Kami uji kaum Fir’aun dan telah datang kepada mereka seorang Rasul yang mulia, (dengan berkata): “Serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah (Bani Israil yang kamu perbudak). Sesungguhnya aku adalah utusan (Allah) yang dipercaya kepadamu, dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata.” [Ad-Dhukhan 17-19]
Ibnu Katsir menjelaskan tentang tafsir firman Allah :
وَأَنْ لا تَعْلُوا عَلَى اللَّهِ
dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah.” Yakni: Janganlah kalian sombong dari mengikuti ayat-ayat-Nya dan melaksanakan hujah-hujah-Nya serta mengimani bukti-bukti-Nya. Sebagaimana firman-Nya ‘Azza wa Jalla :
وَكَذَلِكَ حَقَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّهُمْ أَصْحَابُ النَّارِ

Dan demikianlah telah pasti berlaku ketetapan azab Rabb-mu terhadap orang-orang kafir, karena sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka.”[Ghafir:6]

Saturday, 23 January 2016

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN AKAL

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN AKAL DAN DIMANAKAH LETAKNYA ???

Apakah itu AKAL? apakah sama dengan otak?,Tidak !
Kalau AKAL disamakan dengan OTAK ,maka setiap manusia ,baik yang pintar,yang bodoh,yang waras atau yang tidak waras semua pasti punya otak dan semuanya diletakkan dikepala.
Bahkan binatang melata sekalipun juga memiliki otak.
Fungsi otak adalah untuk berfikir,sehingga setiap yang memilikinya pasti bisa berfikir termasuk juga binatang yang melata.Namun yang membedakan adalah sebesar dan sekuat apa masing2 bisa berfikir tergantung informasi yang pernah masuk kedalam otak masing-masing.
Apakah sama dengan HATI?, Tidak !.
Karena HATI dalam istilah kedokteran bernama hepar atau dalam bahasa inggrris disebut LIVER,
merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma.

Lalu apakah itu AKAL ?

Didalam Kitab suci ALQURAN, diantaranya dalam surat :
ALBAQARAH ayat :269 dan,
AZ-ZUMAR ayat : 9
Terdapat ayat yang berbunyi :

الْأَلْبٰبِ أُو۟لُوا۟ يَتَذَكَّرُ إِنَّمَا

Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil (dari firman Allah) pelajaran .

Tetapi jika diterjemahkan berdasarkan kata demi kata maka akan berbunyi ;

الْأَلْبٰبِ أُو۟لُوا۟ يَتَذَكَّرُ إِنَّمَا

Sesungguhnya hanyalah yang berdzikir(mengambil pelajaran) orang2 yang berakal.
Kata yatadzakkaru diterjemahkan dengan mengambil pelajaran karena berasal dari dasar kata
dza-ka-ro yang dapat dimaknai sebagai Al-quran/petunjuk/mengingat,sehingga kalu ditujukan kepada allah maka menjadi DZIKRULLAH.
DZIKRULLAH artinya ingat kepada ALLAH yang dilakukan dengan empat cara yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya,
1.Membaca Alquran (annisaa :82)
2.Memikirkan Alquran (al-imran :191)
3.Memahami Alquran (al-a’raaf :179)
4.Mengamalkan isi Alquran
Karena kalau Alquran tidak dibaca,maka tidak akan difikirkan,kalau tidak difikirkan,tidak akan dipahami,kalau tidak pahami,lalu apa yang akan diamalkan ?.
Dalam Alquran surat :
﴾ Al Insaan:2 ﴿
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
﴾ Al Israa':36 ﴿
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan qolbu, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
Jadi pada hakekatnya ALLAH memberikan pendengaran dan mata untuk untuk membaca ayat2 ALLAH, lalu meneruskannya ke OTAK sebagai alat untuk berfikir sehingga meresap kedalam QOLBU maka didapatkanlah AKAL yang akan diterima oleh ROH.Semakin banyak AKAL yang diberikan dan diterima oleh ROH,maka ROH akan menjadi sehat dan kuat,sehingga mampu mengendalikan jasad untuk melakuan amalan baik yang akan diberikan balasan oleh ALLAH,selagi masih didunia maupun nanti di AKHIRAT.
Kesimpulan yang dapat diambil dari ayat2 diatas adalah :
1.AKAL adalah Keyakinan (iman) yang didapatkan dari pemahaman berdasarkan pemikran atas apa yang diperhatikan (didengar dan dibaca)tentang Alquran.
2.Sehebat apapun seseorang dalam berfikir,belumlah dapat dikatakan berAKAL kalau tidak melakukan 4 hal yang disebutkan diatas,hanya bisa dikatakan sebagai GENIUS .

AZ-ZUMAR ayat : 9
Sesungguhnya hanyalah yang berdzikir(mengambil pelajaran) orang2 yang berakal.

(AL-ANFAAL : 22)
Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun.


Al-a’raf :179.
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Thursday, 7 January 2016

HUKUM MERAYAKAN TAHUN BARU

TAHUN MASEHI
Kenapa disebut tahun MASEHI ?
Kata MASEHI berasal dari bahasa arab  Al Masih ( حلمسي ا ) yang bermakna;
’membasuh”,”mengusap”,”membelai”.
Dalam bahasa Yahudi (ibrani) “Mesias”atau “Mesiah” , bermakna “mengurapi”
Dalam bahasa Latin penanggalan ini disebut "Anno Domini" (disingkat AD yang berarti "Tahun Tuhan") .
Dalam bahasa Inggris pada zaman modern muncul istilah Common Era yang disingkat "CE" (secara harfiah berarti "Era christ"), sedangkan waktu sebelum tahun 1 dipakai istilah "Before Christ" yang disingkat BC (artinya sebelum [kelahiran] Kristus) atau Before Common Era yang disingkat "BCE" (Before Era Christ ).
Awal tahun Masehi merujuk kepada tahun yang dianggap sebagai tahun kelahiran Nabi Isa Al-Masih (Yesus Kristus atau dalam bahasa (YAHUDI)Ibrani: "Yesua ha-Masiah") karena itu kalender ini dinamakan menurut Yesus atau Masihiyah (Mesias).
Penghitungan kalender ini dimulai oleh seorang biarawan bernama Dionysius Exiguus (atau "Denis Pendek") dan mula-mula dipergunakan untuk menghitung tanggal   Paskah (Computus) berdasarkan tahun pendirian Roma.
Tradisi perayaan tahun baru ini pada HAKEKATNYA bagi YAHUDI  dan NASRANI adalah,
 merayakan TAHUN KELAHIRAN YESUS KRISTUS.

Dalam Alquran ALLAH berfirman;
ALBAQARAH 120
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka....
(“mereka membiarkan orang mengaku muslim,akan tetapi ritualnya milik yahudi dan nasrani’,pen)
... Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)".
Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (ALLAH akan mengunci mati
 Ali Imran:118 ﴿Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang biawak (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669). 


ASAL USUL TAHUN BARU MASEHI

TAHUN MASEHI
Kenapa disebut tahun MASEHI ?
Kata MASEHI berasal dari bahasa arab Al Masih ( حلمسي ا ) yang bermakna;
’membasuh”,”mengusap”,”membelai”.
Dalam bahasa Yahudi (ibrani) “Mesias”atau “Mesiah” , bermakna “mengurapi”
Dalam bahasa Latin penanggalan ini disebut "Anno Domini" (disingkat AD yang berarti "Tahun Tuhan") .
Dalam bahasa Inggris pada zaman modern muncul istilah Common Era yang disingkat "CE" (secara harfiah berarti "Era christ"), sedangkan waktu sebelum tahun 1 dipakai istilah "Before Christ" yang disingkat BC (artinya sebelum [kelahiran] Kristus) atau Before Common Era yang disingkat "BCE" (Before Era Christ ).
Awal tahun Masehi merujuk kepada tahun yang dianggap sebagai tahun kelahiran Nabi Isa Al-Masih (Yesus Kristus atau dalam bahasa (YAHUDI)Ibrani: "Yesua ha-Masiah") karena itu kalender ini dinamakan menurut Yesus atau Masihiyah (Mesias).
Penghitungan kalender ini dimulai oleh seorang biarawan bernama Dionysius Exiguus (atau "Denis Pendek") dan mula-mula dipergunakan untuk menghitung tanggal Paskah (Computus) berdasarkan tahun pendirian Roma.
Tradisi perayaan tahun baru ini pada HAKEKATNYA bagi YAHUDI dan NASRANI adalah,
merayakan TAHUN KELAHIRAN YESUS KRISTUS.

Dalam Alquran ALLAH berfirman;
﴾ Al Baqarah:120 ﴿
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka....
(“mereka membiarkan orang mengaku muslim,akan tetapi ritualnya milik yahudi dan nasrani’,pen)
... Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)".
Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (ALLAH akan mengunci mati
Ali Imran:118 ﴿
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang biawak (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).

PALING BANYAK DILIHAT