Sujud sahwi adalah sujud dua kali yang dilakukan karena lupa
di dalam shalat yang dikerjakan sebelum atau sesudah salam. Sepanjang
pengetahuan dan sumber yang kami miliki, tidak ada satupun riwayat khusus yang
menjelaskan tentang bacaan sujud sahwi. Oleh karena itu, banyak ulama yang
menyatakan bahwa bacaan sujud sahwi sama dengan bacaan sujud dalam shalat.
عَنْ عَبْدِ الله بْن بُحَيْنَةَ- وكانَ مِنْ
أصْحَاب النبي صلى الله عليه وسلم : أن النَّبيَّ صلى الله عليه وسلم صَلَّى
بِهمُ
الظهْرَ، فَقَامَ فِي الركعَتَينِ
الأوليين
ولم يَجْلس فَقَامَ الناسُ مَعَهُ، حتى إِذَا قضَى الصَّلاةَ وانتظَرَ الناسُ
تَسْلِيمَهُ كَبَّر وهُوَ جَالِسٌ، فَسَجَد سَجْدَتَيْنِ قَبْل أنْ يُسَلِّم ثمَّ
سَلَّم.
Dari Abdullah bin Buhainah – ia termasuk salah seorang
shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – : Bahwasannya Nabi shallallaahu
‘alaihi wa sallam pernah
shalat Dhuhur bersama mereka. Lalu beliau berdiri dalam dua raka’at pertama dan
tidak duduk (tasyahud). Orang-orang pun berdiri bersama beliau, hingga shalat
telah usai dan orang-orang menunggu salam beliau, maka beliau takbir dalam
keadaan duduk, lalu sujud dua kali sebelum salam, kemudian beliau salam”.
Ibnu Qudamah rahimahullah berkata : “Dan hendaklah dia
membaca di dalam sujud (sahwi)-nya apa yang dibaca di dalam sujud dalam shalat,
karena sujud sahwi tersebut merupakan sujud yang disyari’atkan serupa dengan
sujud di dalam shalat” (Al-Mughni 2/432-433, Penerbit Hajar, Cet. 2, Th.
1412 H/1992 M).
Abu Muhammad bin Hazm (Ibnu Hazm) rahimahullah berkata :
“Orang yang bersujud sahwi harus membaca di dalam kedua sujudnya : Subhaana
rabbiyal-A’laa
[سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى];
berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam (yang artinya) :
“Jadikanlah ia (bacaan itu) di dalam sujudmu” (Al-Muhalla 4/170, tahqiq
Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah).
KESIMPULAN ;
1.Wajib melakukan sujud sahwi bagi orang yang lupa dalam
shalatnya dan meninggalkan tasyahud awal.
2.Tasyahud awal bukan termasuk rukun shalat. Seandainya ia termasuk rukun, niscaya kekurangan pada tasyahud awal tersebut tidak dapat diganti dengan sujud sahwi. Kewajiban sujud sahwi itu diambil dari dalil-dalil yang lain.
3. Beberapa kali lupa dalam shalat cukup baginya dua kali sujud sahwi saja, karena di sini Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan duduk dan tasyahud sekaligus.
4. Urgensi mengikuti imam, karena Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengakui (tidak menegur) mereka yang tetap mengikuti beliau dan meninggalkan duduk (tasyahud) meskipun mereka mengetahui bahwa imam lupa. Dalam riwayat An-Nasaa’iy, Ibnu Khuzaimah, dan Al-Haakim ditambahkan lafadh:
فَسُبِّحَ بِهِ، فَمَضَى حَتَّى فَرَغَ مِنْ
صَلاتِه ِ
“Mereka bertasbih (untuk mengingatkan imam), namun beliau tetap melanjutkan
hingga shalat selesai”.5. Lupanya imam diikuti oleh makmum, karena mereka meninggalkan tasyahud dengan sengaja. Orang yang sengaja karena meninggalkan kewajiban dalam shalat tidak berlaku padanya sujud sahwi, namun shalatnya itu batal selain dari gambaran yang ada dalam hadits ini.
6. Sujud sahwi semisal keadaan ini dilakukan sebelum salam.
7. Salam setelah dua kali sujud sahwi tidak dipisahkan dengan tasyahud ataupun doa.
Ibnu Qudamah rahimahullah berkata : “Dan hendaklah dia
membaca di dalam sujud (sahwi)-nya apa yang dibaca di dalam sujud dalam shalat,
karena sujud sahwi tersebut merupakan sujud yang disyari’atkan serupa dengan
sujud di dalam shalat” (Al-Mughni 2/432-433, Penerbit Hajar, Cet. 2, Th.
1412 H/1992 M).
Abu Muhammad bin Hazm (Ibnu Hazm) rahimahullah berkata :
“Orang yang bersujud sahwi harus membaca di dalam kedua sujudnya : Subhaana
rabbiyal-A’laa
[سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى];
berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam (yang artinya) :
“Jadikanlah ia (bacaan itu) di dalam sujudmu” (Al-Muhalla 4/170, tahqiq
Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah).
BAROKALLAHU......
No comments:
Post a Comment
COMENT PEASE !!!